Siapakah Diantara Kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?

Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Sebab hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian. Perhatikanlah burung-burung gagak yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mempunyai gudang atau lumbung, namun demikian diberi makan oleh Allah. Betapa jauhnya kamu melebihi burung-burung itu! Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta pada jalan hidupnya? Jadi, jikalau kamu tidak sanggup membuat barang yang paling kecil, mengapa kamu kuatir akan hal-hal lain? Perhatikanlah bunga bakung, yang tidak memintal dan tidak menenun, namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu. Jadi, jika rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api demikian didandani Allah, terlebih lagi kamu, hai orang yang kurang percaya! Jadi, janganlah kamu mempersoalkan apa yang akan kamu makan atau apa yang akan kamu minum dan janganlah cemas hatimu. Semua itu dicari bangsa-bangsa di dunia yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu tahu, bahwa kamu memang memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah Kerajaan-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkan juga kepadamu. (Luk 12:22-31)

Sepenggal ayat diatas akan melandasi apa yang akan aku sharing-kan. Di tahun 2003 aku lulus kuliah kemudian bergegas kirim lamaran kesana sini demi pekerjaan. Selama kira-kira 8 bulan terus menerus mencari kerja akhirnya aku pun menyerah,karena tidak satu pun perusahaan yang menerima.

Menyadari hal ini,aku frustrasi dan berdoa pada-Nya,” Tuhan,jikalau Engkau berkenan,ijinkan aku untuk bekerja,aku tidak ingin membebani orang tuaku lagi,aku ingin hidup mandiri,mohon beri jalan TERBAIK bagiku”. Singkat kata,ditahun 2004 aku memutuskan untuk berdagang kecil-kecilan,hasil yang aku terima pun belum mencukupi kebutuhanku 100%,tapi aku bersyukur pada Tuhan karena sudah diperkenankan meringankan beban orang tua. Pertengahan tahun 2004 aku nekad (ngga tau tekad atau nekad) untuk menikah,dengan posisi income saat itu yang sudah pasti tidak cukup (apalagi memenuhi standar).

Ketika kanonik, romo pun sempat bertanya pada istri saya,”Kamu serius dan sudah dipikirkan masak-masak? karena suami kamu belum ada penghasilan tetap”. Istri saya menjawab,”Sudah romo, kami percaya Tuhan pasti buka jalan”. Kami memakai ayat diatas untuk bacaan di sakramen pernikahan kami. Setelah menikah kami menjalani hidup benar-benar sederhana, tidak ada ranjang pengantin,tidak ada belanja perabot karena kami tinggal di rumah orang tua, tepatnya dikamarku ketika masih single dulu. Istriku tidur di ranjangku dulu, aku tidur dilantai memakai kasur busa. Kami berdoa tiap hari, “Tuhan,terima kasih kami boleh menjalani hidup bersama, terima kasih Engkau mempersatukan kami, dan kami percaya Engkau sediakan yang terbaik bagi kami, Amin”. Kami bekerja dan bekerja,sampai hari ini dengan posisi income saat ini yang jujur saja,TIDAK BERANI kami impikan sebelumnya. Bagi Saudara-saudara pembaca sekalian yang kebetulan akan menikah tetapi bingung dan khawatirr dengan masalah income/uang, hilangkan kekhawatiran anda, undang Tuhan untuk hadir dan bekerja dalam diri anda.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s