ANDAI GUNUNG MERAPI TIDAK ADA

Merapi dinyatakan dalam status SIAGA karena tercatat gempa-gempa setempat yang semakin sering terjadi dan magma terus mendesak ke permukaan. Berita kondisi Gunung Merapi yang merupakan gunung berapi teraktif di dunia ini terus mengisi pemberitaan di media massa setiap harinya. Kondisi SIAGA ini mengharuskan penduduk sekitar dalam batas bahaya untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman. Andi, siswa kelas lima sekolah dasar dan kakeknya, Jaka termasuk penduduk yang harus mengungsi.

Tempat pengungsian telah disiapkan oleh Pemerintah Daerah. Ada yang menggunakan gedung-gedung pertemuan setempat, maupun tenda-tenda. Beruntunglah Andi dan kakek Jaka mendapat tempat di balai pertemuan desa sehingga tidak terlalu dingin walau tidur hanya beralaskan tikar di atas lantai. Di tempat inilah, Andi berkumpul dengan teman-teman sekolah, guru-guru dan para tetangganya.
Sore itu, setelah bermain bersama teman-temannya, Andi mandi bergantian alias antri. Selesai mandi, Andi duduk di sebuah kursi rotan. Matanya mengarah ke gunung Merapi yang menjulang itu. Angin sejuk dan hamparan hijau sawah yang mengelilingi gunung itu mengusik pikirannya. Andi tercenung, “Apa yang terjadi jika gunung Merapi tidak ada. Tidak ada lagi gunung raksasa yang menghasilkan tanah subur di sekitar gunung tersebut.”
Andi melihat Pak Anto, gurunya melintas di kejauhan. Andi berlari menghampiri Pak Anto dan menyapanya, “Selamat sore Pak Anto”, sapa Andi. “Dari mana Pak?” “Bapak mau ke rumah ketua RT”, kata Pak Anto. “Lho kamu kok di sini sedang ada acara apa?” “Saya dan kakek sedang mengungsi di balai desa Pak”. Tiba-tiba, terlintas lagi pertanyaan yang sejak tadi mengusik pikirannya. Andi lalu memutuskan untuk bertanya. “Pak, apa ya yang terjadi jika gunung Merapi tidak ada?”
“Jika gunung Merapi tidak ada, kita pasti susah. Tidak ada tanah subur yang sangat bersahabat dengan petani. Kita tidak dapat melihat aliran sungai yang dapat membawa material pasir dan bantuan yang sangat dibutuhkan untuk membangun rumah, jembatan, dan membuat jalan. Yang jelas, kita pasti tidak bisa lagi melihat keindahan dan kesejukan gunung Merapi yang terkenal di dunia itu, “ jawab Pak Anto.“Oh…begitu ya Pak, terima kasih pak atas penjelasannya,” kata Andi sambil menyalami tangan Pak Anto.”
Kakek Jaka yang sedari tadi menunggu Andi, akhirnya keluar untuk mencarinya. Melihat Andi bersama seseorang, kakek Jaka menghampiri mereka. “Di, kamu kemana saja? Kakek sudah gelisah menunggu di dalam,” kata kakek Jaka. “Maaf Kek, saya terlalu lama di luar sehingga membuat kakek gelisah,” kata Andi. “Ya sudah tidak apa-apa, kakek kira kamu pergi ke mana,” kata Kakek Jaka. “Oh ya apakah ini gurumu?” tanya kakek Jaka. Oh ya kek, perkenalkan ini pak Anto, guru Andi”. “Selamat malam Pak Anto, perkenalkan nama saya Jaka, kakek Andi. Kami sedang mengungsi di balai desa ini” sapa kakek Jaka. Pak Anto lalu membalas sapaan Kakek Jaka. “Selamat malam juga Pak, nama saya Anto, guru Andi.” Kemudian, Pak Anto menyampaikan apa yang menjadi perbincangannya tadi dengan Andi. Kakek Jaka sangat berterima kasih kepada Pak Anto atas penjelasannya itu.
“Andi sebaiknya kamu kembali ke tempatmu untuk istirahat karena saya mau melanjutkan perjalanan”, kata Pak Anto. “Baiklah, terima kasih, selamat malam Pak Anto”, kata Andi. Andi lalu mengajak kakeknya kembali ke tempat pengungsian. “Ayo kek, aku sudah mengantuk”, kata Andi sambil menggandeng tangan kakeknya yang sudah keriput.
Andi dan kakek Jaka menyiapkan tikar untuk alas tidur dan selimut. Setelah selesai dan bersiap untuk tidur, kakek Jaka berkata, “Jika merapi tidak ada pasti kita tidak akan repot-repot mengungsi. Iya kan cu?” kata kakeknya sambil memandang ke arah cucunya yang sudah tertidur pulas. Melihat cucunya sudah tidur, kakek Jaka pun ikut membenamkan diri dalam selimut tuanya yang sudah usang tetapi tebal.
PENGUNGSI MERAPI 

Wajah mereka cemas
menunggu….

Sawah, ladang, dan ternak
yang dipikirkannya.
Akankah merapi
menggasak dan menghancurkannya?

Hanya doa kepada Yang Esa
untuk selamatkan mereka,
dari wedhus gembel yang semena-mena.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s