Cerpen Kaus Kaki Kelabu

“Wow,  sepatu baru lo keren?” Tanya Rere takjub melihat sepatu baru milik Angel.          “Ini kan keluaran terbaru, harganya juga masih mahal deh pasti!” Ujar Gissela ikutan nimbrung.          “Iya dong gue baru aja beli waktu tabungan gue udah terkumpul” Kata Angel dengan bangganya kemudian melempar tas ranselnya diatas bangkunya. “Penuh perjuangan banget harus puasa es krim sama coklat”          “Jadi lo beli sendiri?” Kata Rere.          Angel mengangguk antusias.          “Asoy…” Gissela mengerucutkan bibirnya dan mendesah kecil lebih kepada dirinya. “Pokoknya gue harus beli keluaran sepatu model yang sama” Gissela menyeringai iri dalam hatinya.           Kring!          Bel pulang sekolah telah berbunyi menggema diseluruh penjuru sudut sekolah, murid-murid SMP ini berlarian keseluruh celah-celah kecil pintu gerbang yang menjulang menutupi perantara sekolah. Angel berlari-lari kecil menuju sepadanya yang terparkir dihalaman sekolahnya.          Sesampainya dirumah, Glory terlihat sedang terlihat senang sambil memegangi selembar kertas ditangannya.          “Kakak liat deh, aku punya tiket nonton Festival” Glory menunjukan tiket itu pada Angel.          “Festival apa?”          “Festival Bunkansai, yang ada di Jakarta Fair nanti, disana ada makanan jepang pokoknya yang berbau-bau jepang deh”           “Ih seru banget”          “Aku nggak sabar deh mau ajak Egi kesana” Kata Glory sambil menyimpul senyumnya.          Angel tertawa kecil sambil menggoda Glory, adiknya hanya hanya terpaut setahun dengannya ini ternyata sudah punya teman dekat.          “Eh kakak aku mau kerumah Egi dulu ya! Mau pinjam buku catatat sambil kasitau kalau sabtu besok pergi ke Festival..” Ucap Glory dengan senyum yang tak lepas dari bibirnya sambil menaruh tiket konsernya diatas meja makan.          “Cieeeee, bilang aja kangen tuh”          “Ih apaan si kakak!” Wajah Glory langsung bersemu merah dan buru-buru ke luar rumahnya.           GLEK!          Angel meneguk air dingin kemudian ia duduk dimeja makan dan menaruh segelas air dingin diatas meja. Dia tidak menyadari kalau gelasnya telah meniban tiket festival milik Glory.          “Yah basah? Mampus gue!” Angel tercekat membayangkan kalau nanti Glory datang Glory akan…          “Kakaaaaaaak….” Jerit Glory dari balik pintu dan kemudian segera menghambur masuk menghampiri Angel. Angel menyembunyikan tiket itu dibalik tangannya.          “Eh?” Glory jadi heran melihat ekspresi kakaknya terlihat hambar, tapi kemudian dia tidak begitu menghiraukan. “Tiket aku mana?” Tanya Glory celingukan.          Angel menggidikan bahunya dan kemudian berlalu pergi. Dia akan mengembalikan tiketnya setelah tiket ini kering.          “Kakak nyembunyiin apaan?” Tanya Glory begitu menyadari Angel menyembunyikan sesuatu. Glory langsung merenggut tangan Angel.          “HAH? KENAPA TIKET AKU BISA BASAH!!!” Jerit Glory sambil merampas tiketnya. Tapi tiketnya malah robek.          “ARGGGGHHH, GARA-GARA KAKAK!”           Glory berlinang air mata dan segera berlari ke kamarnya. “Coba aku ini anak tunggal!” desisnya sebelum ia menghilang dibalik pintu kamar.          BLAM!          Glory melampiaskan amarahnya dari debam pintu yang dibantingnya.           Malamnya, Glory membawa bantal dan selimutnya keruang tengah. Mama dan papa merasa heran dengan kelakuan anak bungsunya itu.          “Loh kok tidur di sofa, sayang?” Tanya mama lembut.          “Aku nggak mau tidur sama orang yang udah ngerusak tiket festivalku!”           Mendadak Angel jadi malahan tidak bisa tidur, hatinya resah karena sedah menghancurkan apa yang diinginkan adiknya. Ia bergegas menengok adiknya yang telah tertidur disofa kemudian merapatkan selimut lembut ditubuhnya. Angel berlalu pergi dan tanpa disadari Glory ternyata belum juga bisa tidur.           “Eh aku punya ini dong!” Kata Gissela dengan bangganya menunjukan dua tiket festival Bunkansai miliknya.          “Kamu juga mau datang?” Tanya Angel “Mending buat aku aja ya!” Kata Angel merenggut tiket festival dari tangan Gissela.          “Enggak mau ah!”          “Emang kamu mau datang sama siapa?”          “Bukan buat aku, tapi buat adikku” Mohon Angel.          Gissela tidak juga menggubris. Dengan berat hati Angel melepaskan sepatunya. “aku tukar sama ini deh!”          Gissela kemudian menerimanya dan memberikan dua tiketnya kepada Angel. Wajah Angel berubah menjadi sangat senang dan tidak sabar menunjukannya pada Glory.           “GLORY!” Teriak Angel dengan antusias. Dia segera menghampiri adiknya yang sedang asik di ruang tengah dan kemudian memamerkan tiket festival yang baru didapatnya. “Liat deh aku punya ini!”          “HAH?! Kok kakak bisa dapet??”          “Iya dong bisa, pake perjuangan keras nih ngedapetinnya..”          “Aaaaaa makasi ya kak, akhirnya aku jadi juga pergi bareng sama Egi” Kata Glory sambil memeluk Angel.          “Oiya, aku juga punya ini buat kakak” Kata Glory sambil menunjukan sebuah kaus kaki kelabu kepada kakaknya. “Aku pikir ini cocok buat dipakai sama sepatu baru kakak.          Angel terkesiap dan segera memeluk adiknya. Walau dia harus kehilangan sepatu barunya, yang terpenting Glory bisa bahagia…

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s